BUMDesa

PROFIL BUMDesa KARYA REZEKI

SEJARAH BUMDesa

Salah satu dari misi pemerintah adalah membangun daerah pedesaan yang dapat dicapai melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan keanekaragaman usaha pedesaan, ketersediaan sarana dan fasilitas untuk mendukung ekonomi pedesaan, membangun dan memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta mengoptimalkan sumber daya alam sebagai dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan. Sebagai akibat dari misi diatas, pemerintah juga merubah fungsinya dari penyedia menjadi fasilitator, regulator dan koordinator untuk pemberdayaan masyarakat. Tujuannya, adalah untuk memberi peluang bagi kemampuan daerah dan pedesaan sebagai tulang punggung ekonomi regional dan nasional. Ini akan menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang baik untuk diterapkan di semua tingkat pembangunan dan keputusan berdasarkan kebutuhan nyata dari masyarakat.

Pemberdayaan ekonomi dalam pembangunan pedesaan diharapkan dapat menciptakan diversifikasi usaha produktif sehingga dapat meningkatkan perluasan kesempatan kerja di perdesaan, terutama lapangan kerja baru yang sesuai dengan potensi desa. Dengan demikian akan berdampak pada berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan serta meningkatnya produktivitas dan pendapatan masyarakat pedesaan. Pemantapan kelembagaan masyarakat dan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keberdayaan masyarakat serta kelembagaan sosial-ekonomi pedesaan dalam mendorong kemajuan pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, pola pengelolaan lembaga ini diharapkan mampu menangani seluruh kepentingan masyarakat melalui BUMDesa sebagai lembaga ekonomi desa yang harus berperan mulai dari sektor hulu (up-stream) sampai ke sector hilir (down-stream) dari aktivitas ekonomi produktif desa yang dilakukan oleh masyarakat sesuai dengan potensi lokal desa. Dengan demikian, maka dianggap perlu pembentukan BUMDes yang professional, mandiri, dan memiliki jejaring kerja yang baik.

Pendirian dan pengembangan BUMDesa ini dimaksudkan untuk memfasilitasi desa menjadi desa otonom dan mandiri. Pembentukan BUMDes akan menjadi instumen pembentukan dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Pembentukan dan peningkatan PADesa akan menjadi modal pembentukan kegiatan-kegatan pembangunan melalui prakarsa lokal (desa), sehingga secara bertahap akan mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) adalah Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan,dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.Dengan dikelola oleh warga masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha, diharapkan pembentukan BUMDes ini nantinya akan menghasilkan pendapatan asli desa yang berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat desa.Beranjak dari hal tersebut pemerintah desa Trebungan merasa perlu membentuk BUMDesa dan kepengurusannya demi  kelancaran pengelolaan aset desa dan penggalian potensi-potensi yang ada di desa. Sebagai tindak lanjut dari hal itu maka pemerintah desa membentuk tim kepengurusan BUMDesa melalui Musyawarah Desa (MUSDES) yang di hadiri oleh seluruh perwakilan masyarakat Desa Trebungan  pada tanggal 26 Oktober 2016 yang bertempat di Balai Desa Trebungan Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso dan  terpilihlah Didik Suharsono sebagai Direktur, Muchammad Arifin sebagai Sekretaris, dan Nur Asiseh sebagai Bendahara.

Setelah resmi  BUMDesa dan kepengurusannya terbentuk, maka pengurus segera melakukan rapat internal yang dihadiri oleh pengurus dengan agenda penyusunan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) BUMDesa, yang kemudian di ajukan dan disahkan pada rapat terbuka yang di hadiri oleh pemerintah Desa,BPD dan perwakilan masyarakat Desa Trebungan. Rapat ini menghasilkan banyak keputusan yang berpengaruh besar pada kelancaran BUMDesa. Diantaranya penetapan AD ART BUMDesa, termasuk penetapan nama BUMDesa yaitu BUMDesa “ KARYA REZEKI “.

Visi dan Misi BUMDesa KARYA REZEKI

Visi : Terwujudnya BUMDesa Karya Rezeki sebagai sentra Perekonomian Desa untuk mewujudkan Masyarakat Sejahtera,Mandiri dan Berbudaya.

Misi :

  • Memantapkan kelembagaan perekonomian desa;
  • Menciptakan kesempatan untuk berusaha;
  • Mendorong peran serta pemerintah desa dalam menanggulangi kemiskinan;
  • Meningkatkan pendapatan asli desa;
  • Mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat desa;
  • Memberikan kesempatan usaha dan membuka lapangan kerja; dan
  • Menciptakan masyarakat Desa yang sejahtera, mandiri serta Berbudaya.

Prinsip Pembentukan dan Tujuan dari BUMDesa KARYA REZEKI adalah sebagai berikut :

  1. Prinsip Pembentukan BUMDesa
  • Prinsip dasar dalam mendirikan Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Pemberdayaan : memiliki makna untuk meningkatkan kemampuan masyarakat,keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab Masyarakat;
  • Keberagaman : usaha dan BUMDesa masyarakat yang bahwa usaha keberagaman tanpa mengurangi status sudah ada kegiatan usaha dimaksud keberadaan masyarakat memiliki keberagaman sebagai bagian dan unit usaha kepemilikan usaha masyarakat yang sudah ada;
  • Partisipasi : pengelolaan harus mampu mewujudkan peran aktif masyarakat agar senantiasa memiliki dan turut serta bertanggung jawab terhadap perkembangan kelangsungan BUMDesa.
  1. Tujuan Pembentukan BUMDesa
  • Meningkatkan pendapatan Asli Desa dalam rangka meningkatkan kemampuan Pemerintah Desa dalam penyelenggaraan Pemerintah dan pembangunan serta pelayanan masyarakat;
  • Mengembangkan potensi perekonomian di wilayah pedesaan untuk mendorong pengembangan dan kemampuan perekonomian masyarakat Desa secara keseluruhan;
  • Menciptakan lapangan kerja.